Showing posts with label Bermain Bersama Kata. Show all posts
Showing posts with label Bermain Bersama Kata. Show all posts

Friday, September 13

Hujan di Bulan Juni

Friday, September 13
Bukan, ini bukan tentang mahakarya sastra buatan Sapardi Djoko Damono yang termahsyur itu. Apalagi berusaha untuk menafsirkannya.

Siapalah hamba?

Mencari arti dan makna hidup dalam beberapa bulan belakangan ini saja hamba sudah tidak sanggup. Apalagi mencoba mencari arti dan makna dalam tiap susunan aksara yang tersurat, maupun tersirat, dibalik puisi beliau.

Hamba yang terjatuh. Mencoba merangkak kembali dari bawah, perlahan, demi menggapai apa yang perlu digapai. Menyelesaikan apa yang perlu diselesaikan.

Hamba yang putus asa. Hampir menyerah. Ketika terlalu banyak berharap menjadi sebegitu menyakitkan. Ketika mimpi justru menjadi peluru yang membunuh.

Hamba yang tersesat. Kesana-kemari mencari jawaban, tidak tahu arah. Tak ada pilihan, hanya mengikuti kemana telapak kaki membawa pergi. Hamba yang menyusahkan. Menjadi beban pikiran serta penderitaan.

Hamba yang dihakimi. Berbicara seolah-olah mereka tahu banyak. Padahal peduli sedikitpun tidak.

Entahlah. Tahu apa hamba soal hidup dan segala jawaban atas persoalan di dalamnya?

Tentang kekecewaan dan sakit hati.

Tentang menyerah dan patah hati.

Tentang bersabar walau berat hati.

Oh, mungkin ini yang dimaksud dengan hujan di bulan Juni. Beberapa tetes rintik air yang mengalir pelan di pinggir mata sekarang ini.




(Tulisan ini dibuat di awal bulan Juni dan akhirnya di-posting sekarang!)

Thursday, March 14

Berbalas Rindu (Surat Untuk Surga)

Thursday, March 14
Halo, Pa.

Apa kabar di atas sana? Kami di bawah sini baik-baik saja. Walaupun kadang masih belum terbiasa. Masih terlalu cepat rasanya. Terlalu sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, terlebih untuk diterima.

Oh iya, tau kan besok hari apa? Iya. SUPERSEMAR. Bukan, bukan tentang perpindahan kekuasaan politik apalah itu.

Tapi, Suasana Pernikahan Sebelas Maret.

Iya, kalimat itu yang tertulis di balik undangan pernikahan kita waktu itu, delapan tahun yang lalu.

Kamu masih ingat, kan?

Tapi justru bukannya merayakan hari jadi pernikahan kita besok, kami –iya, aku dan anak-anak, malah merayakan hari peringatan yang lain hari ini.

Ya, tepat sebulan yang lalu kamu pergi.

Kabar aku –yabegitulah, aku yakin kamu pasti mengerti. Dibilang baik, tapi dalam hati sebenarnya enggak. Dibilang enggak, tapi aku harus baik-baik aja. Operasiku berjalan lancar. Walaupun masih bed-rest dan belum bisa ngapa-ngapain. Seandainya ada kamu disini pasti rasa sakitnya gak akan sesakit ini.

Kabar anak-anak baik. Ada mamak tua dan Opungnya yang ngejagain mereka selama aku sakit.

Walaupun udah gak ada lagi yang ngajak mereka jalan-jalan kayak biasanya sering kamu lakukan dulu buat manjain mereka. Oh iya, si yang paling kecil, giginya udah tumbuh banyak, dan udah pintar tepuk-tepuk tangan. Ah, sayang banget kamu gak bisa lihat dia belajar berdiri.

Mereka rindu kamu. Aku apalagi.

Terus sekarang kamu ngapaian aja disana? Enak ya, sekarang bisa santai-santai jalan-jalan di Taman Eden. Hihihi.

Kalau dulu kamu kan sibuk banget. Bangun subuh, masak buat aku dan anak-anak, abis itu siapin mereka sekolah, abis itu ngurusin aku dulu sebelum kamu berangkat kerja.

Tuhan baik banget ya. Mungkin Dia tahu kamu udah capek, makanya Dia cepet-cepet panggil kamu buat santai-santai di atas sana.

Aku barusan check Facebook kamu, akhirnya memberanikan diri untuk membuka. Walaupun masih sedih lihat foto kamu, foto kita sebagai Profil Picture-nya. Banyak banget yang ngeraa kehilangan kamu. Wall Facebook kamu penuh sama ucapan dukacita.

Orang-orang ngerasa kehilangan kamu. Aku apalagi.

Pa, nanti kita sambung lagi ya. Ada suster yang datang buat check-up.

PS: Kalau ada kata yang lebih kuat dari rindu, anggap saja aku menggunakan kata itu untuk menggungkapkan rasa ini padamu sekarang.


Love,
Aku, yang menatapmu
dari bawah sini.

_____________________________________________________________

Halo, Ma.

Sebelumnya, lucu, betapa kamu sempet-sempetin nulis surat untuk aku ditengah-tengah menunggu suster untuk check-up.

Seperti biasa, hal-hal kecil yang kamu lakukan untuk aku, yang selalu sukses bikin aku enggak bisa lupa sama kamu dan delapan tahun pernikahan kita.

Walaupun keadaannya seperti sekarang.

Kabar aku disini baik-baik saja. Kalau boleh jujur sih, tapi plis jangan bilang-bilang sama Tuhan, aku bosan disini.

Habis enggak bisa ngapa-ngapain. Palingan cuma jalan-jalan di Taman Eden, Ngobrol-ngobrol ngalor ngidul.

Kalau boleh milih, aku mendingin di bawah sana; bangun subuh, siapin makanan untuk anak-anak, siap-siapin mereka ke sekolah, ngurusin kamu, baru berangkat kerja.

Tapi kan hidup bukan ujian pilihan berganda, yang bisa dipilih semaunya. Tetap aja Tuhan yang punya kunci jawabannya.

Aku rindu kamu dan anak-anak.

Aku cemburu sama kamu karena masih bisa main-main sama anak-anak. Masih bisa manjain mereka. Dan yang paling penting masih bisa lihat si yang paling kecil belajar ‘tata’.

Kirim salam buat mamak tua dan Opung yang udah jagain anak-anak ya. Bilang terimakasih juga sama yang udah ucapin turut berdukacita di Wall Facebook.

Ma, tulisannya dilanjutin nanti lagi dulu ya. Aku diajakin jalan-jalan ke Sungai Tigris sama Tuhan.

PS: Kamu harus kuat, Ma. Bukan buat aku. Bukan buat kamu. Tapi untuk anak-anak. Untuk kita.

Regards,
Aku, yang menjagamu
dari atas sini.


_____________________________________________________________

Karena sesungguhnya, rindu ini bukan lagi dipisahkan jarak. 
Melainkan oleh alam yang berbeda.

Thursday, December 13

Thursday, December 13

"Life's hard. True!
 But its even get twice harder when you got no shoulder to cry on or friend to cry with."

"Sehening-heningnya kita di permukaan, 
pasti tau apa yang di dalamnya berserakan." 

Tentang Iman, Pengharapan dan Kasih

Tentang iman.

Ketika eksistensi Tuhan mulai dipertanyakan. Virus bernama keragu-raguan yang mulai menyebar, mengalir lewat pembuluh saraf hingga memenuhi isi kepala. Hingga akhirnya terlontar kata,”Apa lagi sih sekarang, Tuhan?”

Tentang pengharapan.

Ketika sudah terlalu lelah untuk bangkit, apalagi berlari. Lemas lunglai terdiam, pasrah menanti adegan berikutnya dalam hidup. Entahlah, sudah hampir lupa bagaimana caranya mengeja harapan.

Tentang kasih.

Ketika manusia hanya bisa bersandar pada dirinya. Bukan karena kegagahan atau kekuatannya. Semata-mata karena siapa yang lebih peduli pada diri manusia itu, selain dirinya sendiri. Ya, mengasih(an)i diri sendiri, pada akhirnya.

Iman, pengharapan dan kasih.

Ini bukan tentang siapa yang terbesar di antara ketiganya. Tapi justru ketika hal ini hilang  perlahan dan bertransformasi menjadi jeritan hati dan air mata.

Tuesday, December 4

Tuesday, December 4

"Because at the end, 
its not about who you want to spend 
the rest of your life with. 
But who fits in."

Wednesday, November 21

Rindu Semudah Ini

Wednesday, November 21
hanya ada malam.
dan cahaya layar.

kicauan tentangmu.
sejumlah 140 karakter.

berisi kabar dan curahan hati.

mata mengikuti.
baris demi baris.

lalu hening seketika.

aku tak tahu.
ternyata rindu,
bisa datang,
semudah ini.
 


Monday, November 19

Holier-than-Thou? Not.

Monday, November 19

They say, don't judge a book by its cover. Or don't judge blablabla from its blablabla.
Well, I'd probably say, don't judge. Just don't.

 The way you sounds like holier-than-Thou? 
By pointing at someone's else mistake?
Like, really?

There must be a reason why they do or act like that.
And you do not know what causes it.
You have no idea at all.
Oh, you really are.

Everyone has their mistake.
And you also have yours.

Why don't you just shut it up.
And try to put yourself in their shoes.

Just so you know, every person has a different shoe size, by the way.


Friday, November 16

Footprints.

Friday, November 16





"We bring nothing into the world. 
And we have nothing behind. 
But that doesn't mean we don't have a big ole mess when we go."


Friday, November 9

Friday, November 9

"The world taught us to dream higher. 
Set your dream into the highest sky, they say. While life slapped us with reality check."

The world is a playground.

Life is the ride.

There’s seesaw who can make you go upside-down.

Slide who can make you suddenly fall from high above.

Roundabout who can make feel round-and-round but then you’ll realized, you ain’t go nowhere but remain in a same place.

You wanna play out or sit in the bench park, just looking around.

Its all yours.

But then, have you ever saw a child cry out of the playground?

Yes, sometimes. But they'll turn into laughter instantly.

You know why?

Because at the end, they enjoyed it pretty well.

Monday, July 23

Bertarung Melawan Waktu

Monday, July 23
 picture source from Google


Jarum jam terus berputar. Sama seperti bumi. Mereka tidak kenal apa itu rindu. 
Tapi aku pernah mengenalnya. 
Dulu, dulu sekali. 

Sekarang? 

Aku bertarung  melawan waktu. 
Hampir mati menunggu. 

Berharap semesta menjawab sesuatu. 
Ya, mungkin kamu memang sepantas itu. 


Tuesday, May 22

Air dan Batu

Tuesday, May 22

mereka bilang, air yang menetes terus menerus itu bisa memecah kerasnya batu. 

air itu aku.
batu itu kamu.
dan kita tinggal menunggu waktu.


Sunday, December 4

Kita, Menyerah Kalah

Sunday, December 4
@sheviona
seperti mau menyerah, kalah.
aku bertahan mungkin karena terlalu lelah untuk melangkah, itu saja.

@drivojansen
entahlah, apa aku kurang berserah?
atau apa aku sebaiknya pasrah?

@sheviona
pasrah? dalam cuaca seperti ini? Beku nanti hatimu.
terlalu dingin balasnya untukmu.

@drivojansen
biar saja aku mati dalam beku.
sudah terlalu lama menahan rindu.
mana hangatmu yang dulu?

@sheviona
Hilang.
ditelan batas waktu saat kamu menuliskan "sekarang" dan "dulu".

@drivojansen
kita selalu menyalahkan waktu atas hati yang tak kunjung satu.
kak ada lagikah pintu menuju restu?

@sheviona
restu siapa lagi harus kutunggu, sedangkan arah kita beda.
kak juga berpapasan di titik yang sama?

@drivojansen
secepat itukah kau menyerah?
bukankah perjuangan tak kenal darah?
lantas kenapa harus marah pada perbedaan yang semakin parah?



{semuanya berawal dari berbalas-balas mention dengan @sheviona}



Thursday, November 3

Aku, Kusut.

Thursday, November 3
Tali rinduku sedang kusut.
Tolong kau urai hingga susut.
Jangan takut, jangan biarkan senyumu ikut surut.

Pikiranku carut marut.
Tak mempan lagi candu kopi yang kuseruput.
Hanya ingin disampingmu hingga malam larut.

Mungkin aku memang pengecut.
Karena hanya lewat doa dan sujud, namamu berani kusebut.

Aku akan menemani hingga wajahmu berkeriput.
Melewati badai hidup dan angin ribut.
Hingga Tuhan-pun akhirnya salut.

Sudah, jangan lagi kau cemberut.
Mana senyummu? Aku ingin tenggelam di dalamnya, hanyut.




Saturday, October 8

Jendela & Hujan

Saturday, October 8

terserang candu.
dililit rindu.

hanya bisa mengintip dari celah.
menanti dari balik jendela.

angin berbisik keras.
warna awan tak lagi selaras.

udara menguap jadi rintik air.
dan jutaan rasa ikut mengalir.

aku, kemarau berkepanjangan.
kau, rintik hujan yang membasahinya.



[pesan kosong]

mohon maaf,
tapi anda tidak menerima pesan masuk.

Tuesday, September 27

#nowplaying | Lagu Itu

Tuesday, September 27
"When I need you, I just close my eyes and I'm with you. Its only a heartbeat away." - Rod Steward


lagu itu.
kala kita berbagi headset.
lalu kau mulai. memejamkan mata dan menikmati.
sementara aku mulai menjentikkan jari sambil memandangi matamu yang terpejam.
menikmatinya lebih dari lagu itu.

lagu itu.
lirik yang bercerita tentang kita.
nada yang mengalun untuk merayakan kita.

tentang rasa.
tentang cinta.
tentang kita.

namun sekarang,
tak ada lagi berbagi headset maupun mata terpejam.

tinggal kenangan,
dan lagu itu.


(P.S: bahwa sesungguhnya terdapat curhat terselubung dibalik hashtag #nowplaying)

Saturday, September 10

cuplikan #dramathriller

Saturday, September 10
STAPLES AJA AKU, STAPLES!
KALO ITU BISA BIKIN KAMU NEMPEL KE AKU.


--

KALO UDAH GAK SAYANG LAGI, DORONG AJA AKU KE JURANG!
DARIPADA TERUS DIGANTUNG DI TEBING TINGGI EGO KAMU.


--

TUSUK AJA AKU SEKALIAN PAKE PISAU.
DARIPADA KAMU BUNUH AKU PAKE JANJI MANIS KAMU!


--

BAKAR AJA AKU SEKALIAN.
PERCUMA TATAPAN MATA KAMU BIKIN MELELEH
KALO CUMA CURI-CURI PANDANG DOANG.


--

GUNTING AJA RAMBUTKU ASAL-ASALAN.
DARIPADA KAMU GUNTING HARAPANKU BERSANDING DI PELAMINAN SAMA KAMU.


--


BELAH AJA DADAKU.
BIAR KAMU PERCAYA DI HATIKU CUMA SATU NAMA, YAKNI KAMU.

--

BELAH AJA OTAKKU.
BIAR KAMU TAHU CUMA ADA KAMU DI SITU.

--

JAHIT AJA BIBIR AKU.
BIAR GAK MELAFAL DOA SAMBIL MENYEBUT NAMAMU LAGI.

--

TABRAK AJA AKU SEKALIAN.
BIAR AKU BISA KAMU BAWA LARI.

--

KURUNG AJA AKU.
AKU RELA! BIAR AKU GAK KELUAR DARI HATI DAN PIKIRAN KAMU.

--

CEBURIN AJA AKU SEKALIAN DI SAMUDERA PASIFIK.
DARIPADA KAMU TENGGELAMKAN AKU LARUT DALAM KESEDIHAN.

--

SIRAM PAKE BENSIN AJA SEKALIAN.
DARIPADA KAMU BAKAR AKU PAKE API CEMBURU.


Monday, September 5

Metamorfosis Rindu

Monday, September 5
Ketika kita bertemu.

Mata
Bibir
Hati

Semuanya mencurahkan rindu

Limpah ruah
Mengisi udara
Melayangkan jiwa

Tanpa terasa,

dia terbang terpencar
berserakan dibawa angin

Lalu kita berpisah sejenak
sepakat mulai mencari rindu

Berpetualang

melintasi jarak
melewati waktu

Hingga akhirnya kita kembali bertemu
dan mendapati rindu

Begitulah seterusnya
metamorfosis rindu.



DRIVO JANSEN © 2014