Thursday, August 12

Tentang Jatuh Cinta

Thursday, August 12
malam sudah usai.
begitu pun dengan hati ini.
embun pagi tiba
membawa harapan baru.
kau.
senyum mu,
mampu menembus retina terdalam
bahkan saat ia tertutup.

tiap helai rambutmu,
bahkan mampu mengajak angin membelai
menjadikannya terlihat indah.

matamu,
cincin termewah yang melingkar
di wajah yang ayu nan sendu itu

suaramu,
alunan melodi paling harmonis
yang mampu membuai hingga ke relung hati,



kurapatkan jiwa ini
disamping bayangmu.

kugantungkan asa ini
dilangit mimpimu.

kujatuhkan hati ini
tepat di hatimu.

berharap kau menangkapnya
.

alam semesta benar,

gravitasi mu mampu menarikku.

aku. jatuh. cinta.





pagi hari, ketika mata ini terbuka dan bayangamu yang pertama muncul.






Tuesday, August 10

Tuesday, August 10
jatuh cinta itu bahkan ketika menutup mata pun, hanya senyum mu yang tampak.

Tentang Bertelut. Tentang Berserah Pasrah

Bertelut itu bukan ketika dengkul menyentuh tanah, tapi ketika telinga mendengar suara-Nya.
Bertelut itu bukan ketika dengkul menyentuh tanah, tapi ketika mata tertutup dan tertuju hanya kepada-Nya saja.
Bertelut itu bukan ketika dengkul menyentuh tanah, tapi ketika telinga mendengar suara-Nya.
Bertelut itu bukan ketika dengkul menyentuh tanah, tapi ketika menutup pikiran dan membiarkan Dia yang mengisinya.
Karena pada akhirnya, bertelut itu bukan tentang kita meminta. Tapi ketika kita berserah pasrah.


Sunday, August 1

Tentang Cinta. Tentang Kau

Sunday, August 1
Sakit itu bukan ketika raga ini mulai lemas lunglai. Bukan pula ketika mata melihat kunang atau bintang serasa berputar di atas kepala.
Tapi sakit itu ketika aku melihat engkau menyandarkan kepalamu di lengannya. Bukan cuma itu, tapi hatimu, di hatinya.
Sedih itu bukan ketika air mataku terurai. Tapi ketika air matamu jatuh dan ditangkap oleh jemarinya. Serta diusapnya perlahan.
Marahku bukan karena jemarinya menggandeng jemarimu. Tapi karena jemariku terlalu bodoh tak mengejar kekosongan di antara ruang jarimu.
Khawatir itu bukan tentang aku yang mengharapkan ruang kosong di hatimu. Tapi apakah ruang kosong itu terpenuhi oleh hatinya?
Dan senang itu bukan ketika aku sanggup bertahan melihatmu melingkar di peluknya. Tapi ketika kau menikmati setiap pelukan itu. Bersamanya.
Karena cinta yang sebenarnya adalah bukan tentang aku. Tapi tentang kau.

Tentang Cinta. Tentang Kau

Sakit itu bukan ketika raga ini mulai lemas lunglai. Bukan pula ketika mata melihat kunang atau bintang serasa berputar di atas kepala.

Tapi sakit itu ketika aku melihat engkau menyandarkan kepalamu di lengannya. Bukan cuma itu, tapi hatimu, di hatinya.

Sedih itu bukan ketika air mataku terurai. Tapi ketika air matamu jatuh dan ditangkap oleh jemarinya. Serta diusapnya perlahan.

Marahku bukan karena jemarinya menggandeng jemarimu. Tapi karena jemariku terlalu bodoh tak mengejar kekosongan di antara ruang jarimu.

Khawatir itu bukan tentang aku yang mengharapkan ruang kosong di hatimu. Tapi apakah ruang kosong itu terpenuhi oleh hatinya?

Dan senang itu bukan ketika aku sanggup bertahan melihatmu melingkar di peluknya. Tapi ketika kau menikmati setiap pelukan itu. Bersamanya.


Karena cinta yang sebenarnya adalah bukan tentang aku. Tapi tentang kau.
DRIVO JANSEN © 2014