Monday, February 13

Eyegasm at Putrajaya

Monday, February 13
Hari terakhir di Kuala Lumpur. Masih pagi, tapi sudah menapakkan kaki di KL Sentral. Selembar tiket Express Rail Link (ERL) seharaga 9.50RM menuju Putrajaya sudah ditangan. 

Ya, hari itu bakalan menyambangi pusat kota administrasi di negerinya Upin-Ipin. Gak nyampe 30 menit, udah nyampe di Stasiun Putrajaya. Lalu dilanjutkan dengan naik Bus NadiPutra sesuai presint (rute) yang diinginkan. Kebetulan memilih untuk naik bus yang turunnya di Dataran Putra, di depan 
Perdana Putra dan Masjid Putra



Di sekitar Dataran Putra ada Tourist Information Centre, sekalian tempat penyewaan sepeda. Sekedar saran sih, kalo mau keliling-keliling Putrajaya mendingan nyewa sepeda aja. Setengah hari muter-muter dijamin cukup buat ngiterin Putrajaya. 

Gak terlalu banyak sih sebenarnya atraksi yang bisa bikin lo harus bilang ‘Wow!’ sambil jungkir balik disini. Cuma yang cukup menarik dari Putrajaya ini ialah kotanya sangat tertata rapih dan bersih. Serta melihat deretan bangunan-bangunan pemerintahan berjejer yang sangat menyenangkan. Sebagai orang yang cukup fetish dengan arsitektur bangunan, mata sangat dimanjakan disini. :D





Ada untungnya juga memang ini pusat administrasi negara dipindahin ke daerah lain gak digabung sama pusat bisnis kayak Putrajaya gini. Jadinya ya gak terlalu padat dan cenderung tertata rapih. 

Pokoknya mah, kalo lagi trip ke Kuala Lumpur, jangan lupa ngibrit sebentar ke Putrajaya!

Keliling Jakarta? Let's Go!

Long weekend dan lagi gak punya budget untuk traveling ke luar kota atau bahkan ke luar negeri? Jangan sedih! Sama dong kita! HAHAHAHAHA :D

*tos*
Tapi banyak jalan menuju Roma kan? Semuanya bisa seru kok, kalo diakalin. Kayak yang gue lakukan pas long weekend kemaren ini. Akhirnya gue keliling-keliling Ibukota Jakarta tercinta, ala-ala jadi backpacker di kota sendiri, sambil mainan tustel. :D
Berhubung gue punya ketertarikan sendiri sama bangunan dan arsitektur, jadi rencananya bakal ke beberapa tempat. Beruntung udah ada transportasi ojek online, jadi cukup membantu backpacker kere macam hamba kalo mau pergi dari satu tempat ke tempat lain  dengan gampang.
Atau kalau mau, keliling-keliling naik Bus Transjakarta juga seru dan murah kok.
Pada belom pernah naik bust tingkat pariwisata buat keliling-keliling Ibukota kan? Tuh, boleh dicoba tuh! (Maybe I’ll write about this later!)
Sebagai perhentian pertama, gue main-main ke Gereja Katedral. Salah satu bangunan di Jakarta yang cukup bikin mata gue orgasme. Arsitekturnya bagus. Detil interior pintunya, yasalam. Ala-ala Sagrada Familia yang di Spanyol ya gak sih? :P




Cuma sayang aja gak sempet masuk ke dalam. Penasaran sih, mungkin nanti bakal balik lagi kesini buat masuk ke dalamnya.
Setelah itu tinggal nyebrang, ada Mesjid Istiqlal. Yang bikin pensaran dari bangunan ini, kalau (maaf) non muslim bisa masuk ke dalam gak sih? Sekedar cuma berkunjung atau mengambil beberapa foto di dalam? Soalnya, kalo lihat dari TV, interior di dalam bangunan mesjid ini sungguh megah sekali.




Puas melihat dua bangunan yang letaknya berseberangan itu, lanjut jalan-jalan ke wilayah Petak Sembilan di daerah Glodok. Lucunya, selama berpuluh tahun tinggal di Jakarta, baru kali ini gue main-main ke Petak Sembilan ini.
Ada beberapa klenteng berjejer yang bisa dikunjungi disini. Yha, gak usah jauh-jauh ke Chinatown di Singapura lagi lah kalo gitu untuk lihat klenteng.
Ternyata sampai di dalam salah satu klenteng, kita bisa ngobro-ngobrol sama salah satu penjaga klenteng, dan bisa diramal juga nanti sama dia. Yha, percaya gak percaya, ibaratnya sekedar seru-seruan lah.





Ada hal unik yang ada di klenteng ini. Lilin-lilin untuk ibadah disini besar sekali. Enggak ngerti lagi bakalan kapan itu lilinnya habis apa gimana saking besarnya.
Selain berkunjung ke klenteng, kalian juga wisata kuliner di sekitaran Petak Sembilan. Kebetulan pas gue lagi kesini pas lagi hujan, jadi gak sempet keliling banyak, tapi ada satu warteg yang musti-wajib dikunjungi di daerah sini. Warteg Gg.Mangga, namanya.
Ini warteg hits banget. Buka non stop 24 jam sehari. Tempatnya cukup bersih, pilihan lauknya banyak dan murah lagi. Kurang apa lagi coba?
Pernah nonton film A Copy Of My Mind? Ya, ini warteg tempat Alek tiap kali beli makanan buat Ibu Kos-nya.


Selesai dari Petak Sembilan, mikir-mikir kemana ya? Kota Tua terlalu mainstream, lagian udah pernah juga. Akhirnya mumpung deket, tinggal naik Bus Tranjakarta, terus turun di Museum Arsip.
Salah satu bangunan yang cukup menarik perhatian gue. Vintage-vintage gimana gitu.
Cuma lagi-lagi gue gak masuk ke dalam, karena kebetulan lagi ada yang foto pre-wedding. Akhirnya cuma foto-foto bangunan luarnya aja.




Yha, lumayan lah ya. Daripada lumanyun. #joke #lawas
Ternyata ada satu bangunan yang cukup dekat dengan Museum Arsip yang belom banyak orang tau. Gue aja taunya dari si Bapak driver ojek online yang gue naikin sebelumnya. Sempat ngobol dan begitu si Bapak tau kalo gue mau keliling-keliling Jakarta sambil mainan tustel, si bapak rekomendasiin tempat ini.
Bangunan Candra Naya, namanya. Letaknya di bawah hotel Novotel di Gajah Mada. Walaupun di atas bangunan ini berdiri hotel megah, namun banguna tua ini tidak dirubuhkan, malah masih dibiarkan berdiri.




Cerita lengkap mengenai bangunan ini silahkan baca disini. Disamping bangunan ini ada beberapa coffeshop. Gue beruntung sekali si Bapak ojek online tadi memberitahu gue salah satu hidden gem di Ibukota Jakarta.
Gimana, seru kan?
Ternyata berkeliling di dalam kota sendiri bisa semenyenangkan berkeliling di luar kota atau bahkan luar negeri.
Monggo dicoba sendiri!


TRAVELING SOLO, CHECKED!


Nonton bioskop sendirian? Udah sering. Karaoke sendirian? Juga udah pernah. Terus? Nah, sekarang mari kita kemon nyobain yang namanya traveling sendirian! HAHAHA :D

*alone lvl: infinity*
Beda tipis sih emang antara nekat dan gak punya pacar.

*nangis di bawah shower*
Sebenarnya ini perginya udah dari bulan November tahun 2013 lalu, tapi baru sempet di-posting sekarang. Maap ya, khalayak ramai pemirsa sekalian. 
Nah, percaya atau enggak ya, bukan mitos apalagi sihir *halah* biasanya nih ya, hal-hal yang gak direncanain itu yang kejadian. Ya kan?
Misalnya gini, pernah gak, udah mau deket-deket liburan atau jauh-jauh hari sebelumnya, ngerencanain mau kesana kemari sama temen-temen eh tau-taunya gagal maning - gagal maning, kalo katanya si Sontol di film Tuyul dan Mba -aaaaarrrrggghhhhh *dijejelin KTP*
Eh giliran gak direncain, tiba-tiba ada ajakan "Eh, ayok ke sini, yok!" dan TRING! justru malah kejadian?
Ya, itu yang terjadi dalam trip kali ini.
Jadi ceritanya, pas liburan tanggal merah di bulan November tahun kemarin itu, rencana awalnya mau ke Jogja. Yang penting seru-seruan rame-rame bareng temen, gak di Jakarta, karena udah terlalu mumet sama kerjaan. As simple as that.
Tapi ternyata tiket kereta ke Jogja udah abis dari H-sebulan, YA MENURUT NGANA AJA, DRIV, MAU KE JOGJA NAIK KERETA PAS TANGGAL MERAH TAPI BARU BELI TIKET BEBERAPA HARI SEBELUM HARI H -kemungkinan kata petugas tiket keretanya.
Maka dengan terpaksa dan berat hati, batal ke Jogja. And as long as there are still twenty-six alphabet words, so with the plan. Opsi berikutnya yang muncul pada saat itu, "Yaudahlah, ke Bandung aja!" tapi ternyata gak ada kabar berita selanjutnya dari teman-teman yang lain, sampai akhirnya setan datang dalam bentuk godaan browsing-browsing harga tiket pesawat murah.
Dan semuanya terjadi begitu cepat.
"Hah? Kapan? Kemana? Buset! Gilak lo!"
"Driv, lo lagi gak stress kan?"
"Ah, jangan boong deh, gak mungkin deh sendirian!"
Itu sebagian reaksi dari yang lain waktu dengar tentang rencana trip kali ini. Jangankan mereka, gue sendiri aja masih kaget trip ini bisa kejadian :D
Gimana gue sendiri juga gak ikutan kaget kalo trip ini bisa kejadian, lha wong ceritanya berangkat nanti malam, baru beli tiket (dengan rute: CKG - SIN & LCCT - CKG) dan hostel pas pagi harinya -itu juga milih hostel-nya cap-cip-cup mana yang murah, hambuh gak lihat lokasinya dimana, HAHAHA :D Dan yang lebih gilak lagi, (padahal belum pesen tiket sebelumnya) gue udah minta ijin dari kantor beberapa hari sebelumnya kalo mau pergi, dengan alasan udah booking tiket dari jauh hari, -semoga ibu bos gak baca tulisan ini; pait, pait, pait! Alhamdulilah, dikasih dua hari off. YAY! :D
Tiket dan hostel, beres! -thanks to a friend of mine for making this happened. Ijin dari kantor, juga beres! Kelar? Oh belum. EMANGNYA DISANA NGANA MAU KEMANA DAN NGAPAIN DRIV? HAHAHA :D To tell the truth, I have no idea at all. Makanya gak bikin itinerary khusus mau kemana aja. Yang ada di kepala waktu itu, "Yaudah dijalanin aja ngalor-ngidul keliling-keliling negara tetangga. Let the journey itself surprises me!"
And its true. Full of surprises, good and bad! Thank God for this trip, for the experience of traveling solo.
Bukan karena gue bisa sesuka hati nentuin mau kemana dan ngapain aja, tapi lo bisa lebih banyak belajar tentang diri lo dan dunia di sekitar lo.
Tentang lo yang ternyata sekuat itu buat ngelakuin sesuatunya sendiri (di negeri orang). 
Lo yang ternyata bisa melalui apapun kejadian yang bakal terjadi di depan, meskipun lo belum tahu bakal ada apa di depan sana. 
Tentang lo yang ternyata berani mempertahankan diri sendiri. Dan masih banyak lagi ternyata lainnya, yang mungkin selama ini lo gak menyangka ada di dalam diri lo.
Dan itu yang gue syukuri dalam trip kali ini.

(Tulisan ini sudah pernah diposting beberapa tahun lalu, cuma diposting ulang karena ceritanya rumah (baca: domain blog) baru, hehehehe!)

Balada di Bandara


Kalo disebutin satu kata, misalnya 'bandara', kira-kira apa yang terlintas di pikiran kalian? Tempatnya perpisahan dan pertemuan? Bisa. Air mata? Juga bisa. Setiap orang punya kisahnya sendiri disini. Ada yang mengharu biru macam ceritanya  Cinta dan Rangga. Ada juga yang nyesek kayak cerita sekarang ini.
Jadi, kayak yang diceritain di postingan sebelumnya kalo trip ini bisa dibilang sungguh mendadak alias nekat. Tapi kan biasanya yang gak direncanain itu yang seru.
Gak ada itinerary, cuma seadanya aja. Nanti malam berangkat, paginya baru pesen tiket dan hostel -untungnya masih dapat harga murah. HAHAHA! Ya namanya juga orang Endonesia, pasti ada aja untungnya begini-begitu. Sengaja ambil flight malam, supaya bisa nginep di Changi Airport, ya lumayanlah ngurang-ngurangin budget buat biaya nginep.
Kebetulan masih masuk kerja pas hari itu, padahal berangkatnya nanti malam. Setengah hari doang sih memang, abis itu cabut pulang buat packing. Kelar packing udah sore. Karena memang namanya juga trip dadakan, jadi sama sekali belum kasih tau orang rumah kalo mau berangkat. Kebetulan mereka lagi pada pergi ada acara keluar rumah. Sebagai anak yang berbakti gak mungkin dong istilahnya pergi tanpa pamit. Niatnya, mau ngasih surprise begitu mereka nyampe rumah baru kasih kabar tentang trip ini. Jadi cuma telpon, bilang ke mereka supaya buruan cepat pulang.
Setengah jam, satu jam, mereka belum juga pulang. Mulai dag-dig-dug. Gak mungkin kan pamitan mau pergi cuma via telepon. Ya kalo perginya ke Bogor atau Bandung sih yaudah lah ya, tapi ini? Ya emang sih gak jauh-jauh banget juga trip-nya, TAPI KAN? Gue pun masih nungguin sambil harap-harap cemas.
Dan gak ada hal yang paling menyenangkan, saat tahu kalo mereka udah nyampe rumah. Tanpa ba-bi-bu, langsung pamitan, kasihtau ke orang rumah kalo mau kesana-sini. Mereka tanya sama siapa, gue jawab sendirian sambil setengah bergegas meninggalkan mereka yang masih terheran-heran.
Lesson learned no.1: Upaya lo buat kasih surprise itu cuma dua, lo berhasil atau malah surprise-nya berbalik ke lo. Dan di cerita kali ini, -ah sudahlah, kalian baca saja lanjutan ceritanya.
Gak mikir panjang lagi, babang ojek to the rescue. Kirain naik ojek bakal lancar jaya, ternyata masih kena macet juga. Jakarta, oh Jakarta.
Pikiran udah mulai gak tenang. Sebentar-bentar lirik jam. Ini kapan nyampenya? Cuman kalimat itu doang yang keulang-ulang di kepala. Dan akhirnya nyampe juga di Terminal 2, Bandara Soetta.  Gue langsung lari-lari sekuat tenaga jiwa dan raga menuju counter check-in. -and I bet you guys know the rest of the story already.
Ya, counter check-in udah tutup.  "Sorry mas, kita udah tutup dari 20 menit yang lalu. Pesawatnya udah mau berangkat!" sahut si petugas.
LO PADA PASTI UDAH TAU LAH YA RASANYA GIMANA KALO DENGER KAYAK BEGITUAN KAN? IYA KAN? GAK PERLU GUE JELASIN LAGI GIMANA NYESEKNYA, YA TUHAAAN!
*nangis kejer di depan counter check-in*
Udah coba begging-begging, tetep aja hasilnya nihil. Dia cuma bilang coba aja cari tiket flight berikutnya. Cuma bisa pasrah, gaktau lagi mau ngapain. Bego sih emang, harusnya udah stand-by di bandara beberapa jam sebelumnya biar gak ketinggalan flight.
Lesson learned no.2: <bold><underline> DATANGLAH BEBERAPA JAM SEBELUM JAM KEBERANGKATAN! <bold> <underline>
*jitak diri sendiri*
Gue coba nelpon temen gue yang bantuin booked tiket tadi pagi. Dia juga kaget terbengong-bengong. Ujung-ujungnya kita malah sama-sama ketawa. Ngetawain kecerobohan gue. Mungkin ini yang namanya mulut bisa ketawa padahal dalam hati menangis menjerit. HAHAHA!
Pertanyaan yang timbul berikutnya adalah: apakah trip ini dibatalkan dan semuanya yang sudah dipesan -tiket pulang, hostel tempat menginap akan hangus, atau trip ini akan dilanjutkan? Yang artinya mau-gak-mau harus booking tiket berangkat lagi.
*berpikir keras*
Ya, daripada semuanya hangus dan sia-sia, anggap aja lah ada biaya kecerobohan yang harus dibayar, jadi mari kita kemon booking tiket berangkat lagi.
Sambil kita ngobrol di telepon, sambil dia bantuin cari flight berikutnya via online. Dan untungnya lagi, -See, right? Masih ada untungnya padahal udah kayak begini, ada flight dari maskapai yang sama dengan harga yang sama, cuma berangkatnya besok pagi subuh.
ALHAMDU? LILAAAAH! !
*sujud sukur cium tanah*
Tiket flight berikutnya udah beres. "Awas aja kalo besok lo sampe telat dan ketinggalan pesawa lagi! Gue yang bakal datang ke bandara buat jambak-jambak lo!" cuma itu yang gue inget pesen terakhir dari dia sebelum nutup telepon. 
Oh, tentunya belum kelar sodara-sodara. Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah terus gue ngapain ini sekarang di Bandara Soetta? Yakali gue pulang ke rumah terus besok berangkat lagi subuh-subuh. Niat untuk menginap di Changi Airport yang termahsyur itu, jadinya malah nginep di Bandara Soetta. HAHAHA! Manusia boleh berencana, tetap Tuhan-lah yang menentukan.
*menghela napas yang sangat panjang*
Untung -tuh kan masih ada untungnya lagi, selalu bawa buku bacaan di tas. Jadi duduk-duduk di salah satu restoran cepat saji sambil baca 'Nayla'-nya Djenar Maesa Ayu. Tapi ternyata, restorannya tutup jam satu aja dong. Kirain buka 24 jam. Akhirnya ngider-ngider lagi sambil nyari tempat buat duduk lesehan.
And traveling is not just about the destination, but the places and the poeple you met there, the story itself along the way.
Sempat bertemu seorang bapak, sudah cukup berumur, terlihat kebingungan, setelah diarahkan oleh petugas bandara untuk menunggu di gate yang benar, dia memilih untuk duduk lesehan berebelahan. Logatnya agak membingungkan memang. Gue aja yang denger kadang agak kurang ngeh sama apa yang dia bilang. Dia bekerja sebagai TKI di Arab dan udah gak pulang hampir sepuluh tahun -pantesan logat bicaranya agak ngebingungin. Dia mau pulang ke Madura. Dia bercerita tentang ini-itu, dan gue cuma mengangguk, mencoba jadi pendengar yang baik. Dia cerita susahnya mendapat ijin pulang ke Endonesia dari majikannya, dengan alasan takut nanti bapak ini gak kembali lagi.
Gak kerasa udah jam setengah empat pagi. Gue lihat bookingan tiket di inbox email hape. Tertulis flight jam 5 pagi, ah masih aman pikir gue. Sampe mata gue menatap tulisan Terminal 3 yang tertulis disana, dan gue kan dari tadi masih di Terminal 2 aja dong. Astaga, sodara-sodara!
*tepok jidat*
*jidat bapak yang tadi*
*lah*
Akhirnya pamit sama bapak yang tadi, bilang kalo gue salah terminal, HAHAHA! Bergegas jalan keluar nungguin shuttle bus antar terminal, yang warna kuning. Kalo kata petugasnya sih bus-nya lewat setengah jam sekali. Alhamdu? Lilah!
Dan sambil nunggu, sempat ngobrol sama mas-mas tukang trolley yang kebetulan juga lagi duduk-duduk bengong disitu. Cerita-cerita soal shift jam kerjanya. Kebayang gak kalo masih harus melek kerja jam 4 pagi begitu? Terus masih pada mau ngeluh soal kerjaan begini-begitu?
Terus ketemu juga sama ibu dan dua anaknya, yang satu masih balita, satu lagi kira-kira seusia anak-anak sekolah smp lah. Anak-anaknya dua-duanya cowok. Ibu dan dua anaknya ini baru sampai pagi subuh ini di bandara, langsung dari Lampung. Tujuannya cuma satu, mau jemput anaknya yang pertama dari Singapur, kerja sebagai TKI disana. Sempat berkelakar betapa beruntungnya Ibu ini punya anak yang bisa bekerja di Singapura dan kami cuma sama-sama tertawa..
Gak berapa lama, gue pamitan sama ibu dan kedua anaknya tadi, karena bus kuning yang ditunggu udah dateng. Begitu nyampe Terminal 3, kebetulan counter check-in udah dibuka. Dan semacam balas dendam, walaupun counter imigrasi belum buka, gue udah berdiri siap-siap ngantri paling depan.
Dan begitu akhirnya counternya dibuka, gue langsung buru-buru bbm temen gue yang tadi: "Alhamdulilah, lo gak perlu datang ke bandara buat jambak gue! I'm off to go!"
Lesson learned no.3: You may proclaimed yourself on being sleepover at Europe, Japan or Singapore -you name it any other finest airport.  While me? Sleepover at Bandara Soetta? Checked! HAHAHA!
Mungkin kalo gak ketinggalan pesawat kayak tadi, gue gak bakalan ketemu sama bapak-bapak tua, mas-mas tukang trolley atau ibu dengan dua anaknya tadi. Pelajaran-pelajaran sederhana dalam hidup walaupun cuma dari bincang-bincang beberapa menit. Yang mungkin harganya lebih berharga dari harga tiket pesawat yang harus gue beli lagi karena kecerobohan gue.
Tapi bukankah hidup adalah tentang menertawakan diri sendiri? Sambil tidak mengulang kesalahan yang sama lagi pada akhirnya?

A QUICK ESCAPE: PULAU KELOR, ONRUST DAN CIPIR.

Jadi ceritanya 2016 udah mau abis dan gue sama sekali belum nge-trip kemana-mana tahun ini. Oh sungguhlah butuh piknik. Tapi sebagai anak kosan newbie, gue gak bisa berbuat apa-apa karena ibu kos berhasil merampas hak piknik gue. 

*insert meme nangis di bawah shower disini*

Sampai akhirnya hari Jumat yang lalu gue memutuskan untuk harus pergi sejenak kabur dari rutinitas. Mari kemana kemon, yang dekat dan murah-meriah.

Setelah browsing sana-sini, akhirnya ketemu trip murah di luar Jakarta. Ya kemana lagi saudara-saudara, Pulau Seribu jawabannya. Trip sehari main-main di tiga pulau kecil: Kelor, Onrust dan Cipir. Berangkat!

14566667_173137579815395_8694055542831710208_n

Gimana caranya kesana?

Cara yang paling mudah buat ke tiga pulau ini adalah dengan menggunakan tour trip. Ibaratnya tinggal bayar, duduk di perahu, sampai.

Coba buka Mbah Google, masukkan keyword "Trip Sehari Tiga Pulau" dan akan muncul banyak sekali pilihan tour trip yang menawarkan piknik ke tiga pulau ini. Rata-rata fasilitas dan itinerary yang ditawarkan sama. Pilihan tanggal berangkatnya pun fleksibel, karena ada yang berangkat setiap weekend. Harganya saja yang kadang-kadang berbeda tipis, silahkan disesuaikan dengan budget masing-masing.

Tapi, sekedar tips, kalo lo berangkat cuma sendiri, gak perlu repot-repot cari tour trip sih. Langsung datang aja ke Gedung Pelelangan Ikan di daerah Kamal Muara. Ngomong langsung sama tour guide-nya, bayar di tempat dan langsung bisa ikut nge-trip. Cuma ya itu, asal lo sendirian. Jaga-jaga kalau kuota trip penuh, nambah satu orang sih masih bisa.

15056704_1771843919738221_7105914324832485376_n

Kemudian, apa itu Gedung Pelelangan Ikan di Kamal Muara? Ini adalah dermaga keberangkatan perahu kalau mau ke Pulau Seribu. Tapi ini versi yang low cost carrier-nya. :D

(Bukan cuma ke tiga pulau ini, tapi pulau yang lain macam Pulau Pramuka, dll juga bisa berangkat dari sini. Ada juga dermaga keberangkatan lainnya kalo mau ke Pulau Seribu, misalnya Muara Angke atau Pantai Mutiara, tapi sepertinya harga perahu juga berpengaruh ke harga trip-nya)

Dari dermaga di Gedung Pelelangan tadi, naik perahu sekitar (kurang lebih) setengah jam, maka sampailah di pulau pertama.

Ada apa aja di tiga pulau itu?

Pulau pertama yang disambangi adalah Kelor. Ya, pulau kecil dengan reruntuhan Benteng Mortello di tengah pulau. Untuk sejarah lebih lanjut mengenai Pulau Kelor dan Benteng Mortello bisa baca disini. Tapi di sekitar benteng juga banyak terdapat penjelasan-penjelasan singkat mengenai pulau dan benteng ini.

15043554_569403219922215_5097253314148433920_n

Ya, walaupun pulau ini sangat kecil dan gak ada objek lain yang bisa dilihat selain Benteng Martello, tapi personally gue bilang kalau pulau ini yang paling cakep dibanding pulau lainnya. Karena kita masih bisa duduk-duduk di pasir putih sambil main air.

Kemudian pulau berikutnya yang dituju adalah Pulau Onrust. Pulau kedua ini lebih besar dari pulau sebelumnya. (Paling besar diantara ketiganya pun, gue rasa!) Pulau Onrust ini termasuk pulau bersejarah, karena banyak sekali cerita-cerita yang berkaitan dengan pulau ini. Terbukti dengan dibangunnya beberapa museum yang menggunakan bangunan rumah sakit, penjara dan kuburan pada jaman dulu.

14716575_1896104173944291_4052423294429691904_n

Konon katanya, jaman dulu bagi umat yang ingin naik haji, akan berkumpul di pulau ini dulu sebelum berangkat ke Mekkah menggunakan kapal.

Untuk info sejarah lainnya mengenai sejarah di pulau ini, bisa baca disini.

Cuma ya itu, pulau ini gak kayak pulau yang lo bayangkan. Bukan tipikal pulau dengan pepohonan landai menjorok ke laut, lengkap dengan pasir putih cantik. NO! Malah pulau ini lebih mirip seperti hutan karena dipenuhi oleh pohon besar. Lebih mirip hutan dibandingkan pantai. Makanya banyak sekali nyamuk di pulau ini. Gue saranin musti bawa lotion anti nyamuk kalau mau berkunjung ke pulau ini.

Oh iya, gue pengen bagi tips kalau kalian lagi di Pulau Onrust. Di sekitar pinggiran pulau ini ada menara tangga. Cobain untuk naik ke atas, entah cuma sekedar duduk-duduk atau ngobrol-ngobrol. Rasanya surga, karena bisa lihat pemandagan sekitar dari atas sambil ngerasain sejuknya angin.
Dan pulau terakhir yang terakhir dikunjungi adalah Pulau Cipir. Untuk sejarah mengenai pulau ini mungkin bisa dibaca di Google, ya guys, enggak ada wikipedianya soalnya. :D

Enggak banyak yang bisa dilakukan di Pulau ini. Karena cuma ada reruntuhan bangunan yang tersebar di sekitar pulau. Yang pasti, kalau di Pulau Cipir musti minum air kelapa. Kenapa? Karena disini harga kelapanya lebih murah dari Pulau Onrust.  :D

14553255_1601757053463934_559375033097519104_n

Sekitar pukul 15.00-15.30, biasanya trip sehari keliling tiga pulau kecil ini sudah selesai, waktunya bersiap-siap kembali pulang ke dermaga asal berangkat pagi tadi.

Ya, walaupun pemandangannya tidak seindah pulau lain disekitarnya, setidaknya gue bisa melarikan dari rutinitas. Sejenak tidak berpapasan dengan polusi, gedung bertingkat dan gaduhnya ibukota. Membiarkan diri terbuai angin sambil menikmati laut sejauh mata memandang.

14606967_194649020991589_6702131929505857536_n

Emang kalian gak bosen apa gitu ngelihat tumpukan berkas kantor?

Yakin gak mau lihat laut apa pantai sekali-kali? Mumpung deket dan murah.

YEKAAAN  :D
DRIVO JANSEN © 2014